Membentuk Budaya Perusahaan dan Team Terbaik: Alfred Lin & Brian Chesky

Membentuk Budaya Perusahaan dan Team Terbaik: Alfred Lin & Brian Chesky

Belajar bikin startup, sambil belajar pembukuan startup/bisnismu dulu di pinterusaha.ai



Alfred Lin (Seorang partner dari VC di Amerika berma Sequoia Capital dan pernah menjadi COO, CFO, Chairman di Zappos.com sampai tahun 2010)

Jadi sampai hari ini kalian telah memulai startup, kalian telah membuat team, kalian juga mengetahui cara membuat produk, meluncurkan nya, dan anda berkembang. Hingga akhir nya startup anda menjadi besar dan mempunyai kekuatan monopoly. Lalu sekarang apa yang harus anda kerjakan.

Pada tahapan ini anda membutuhkan suatu hal yang disebutkan dengan “budaya perusahaan”. Hal ini sangat-sangat penting ketika anda memperbesar perusahaan anda bersama dengan team yang anda buat. Ketika anda mencari tahu mengenai arti tentang “budaya” anda dapat melihat di Webster Dictionary, beberapa hal anda temukan adalah perkataan tentang “keyakinan, jalan hidup (ways of life), jalan pemikiran (ways of thinking), tata perilaku, kebiasaan, organisasi dll”. Pertanyaan sebenar nya tentang budaya adalah “apa yang akan menjadi budaya perusahaan?” Saya akan memberikan sebuah kalimat untuk membantu anda mengenali definisi dari sebuah budaya perusahaan, yaitu “inti nilai perusahaan dan tindakan yang dilakukan setiap hari dari setiap anggota team dalam menyelesaikan sebuah misi”

Mengapa Budaya Perusahaan menjadi penting?

Jadi pertanyaan nya setelah kita mengetahui definisi tersebut (budaya), apa yang harus kita lakukan dan mengapa hal tersebut penting? Saya mengambil kutipan dari Gandhi “keyakinan anda menjadi pikiran anda, pikiran anda menjadi perkataan anda, perkataan anda menjadi sebuah tindakan, tindakan menjadi sebuah kebiasaan, kebiasaan menjadi sebuah nilai, dan nilai anda akan menentukan nasib dan takdir anda” Jika anda tidak bisa mengembangkan budaya yang baik untuk perusahaan, maka anda tidak dapat mengejar nasib dan takdir yang baik bagi perusahaan dan team anda.

Mengapa budaya sangat penting dan menjadi sebuah prinsip dalam mengambil keputusan. Karena budaya menjadi sebuah cara untuk menyatukan setiap orang terhadap suatu nilai yang dituju oleh perusahaan, budaya memberikan tingkat stabilitas kepada seluruh jajaran team dalam perusahaan anda, budaya memberikan tingkat kepercayaan, selain itu juga dapat menjadi petunjuk (guidance) untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Selain itu budaya juga menjadi cara yang penting untuk mempertahankan karyawan yang tepat dalam perusahaan anda. Alasan lain juga, berdasarkan index dari tahun 1994-2013 beberapa perusahaan yang diketahui memiliki budaya yang baik (Fortune 100 Best Companies to Work For) memiliki tingkat pengembalian saham sekitar dua kali lipat dari perusahaan biasa. Di dalam nya terdapat kekuatan bagaimana memperlakukan karyawan dengan baik, mengembangkan kepercayaan, dan menciptakan budaya yang kuat.

Bagaimana cara mulai membentuk sebuah budaya perusahaan yang baik?

Jadi bagaimana anda membuat sebuah perangkat set nilai untuk mendefinisikan budaya dalam perusahaan anda. Untuk memulai nya anda harus memulai dari pemimpin dan pendiri perusahaan, anda harus bertanya-tanya tentang nilai apa yang menjadi sangat penting untuk menjalankan perusahaan anda. Nilai tersebut harus mendukung misi perusahaan. Pada Zappos misal nya kami menentukan budaya kami adalah untuk memberikan pelayanan customer yang baik kepada pelanggan, sehingga nilai utama yang kami miliki adalah mengirimkan pesanan kepada pelanggan dengan cara yang terbaik sehingga para pelanggan memiliki pengalaman yang berkesan terhadap pelayanan terbaik dari kami. Selain itu di Zappos, kami juga tidak ingin bekerja dengan orang-orang yang arogan, karena salah satu inti nilai dari perusahaan adalah menjadi rendah hati (humble), mereka adalah karyawan yang bekerja di bagian pelayanan, pengiriman, dan juga partner kami, karena kami ingin memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan secara menyeluruh. Dari contoh tersebut anda bisa melihat bahwa beberapa nilai unik dari Zappos sangat berkaitan erat dengan misi kami.

Tentukan nilai inti perusahaan dan pahami lebih dalam tentang nilai-nilai tersebut

Anda mungkin dapat menentukan beberapa nilai seperti kejujuran, integritas, pelayanan, kerja sama team, dll. Tetapi anda mungkin tidak akan berhenti sampai di sana, karena setiap orang menginginkan nilai yang sama. Anda harus memahami nilai-nilai tersebut lebih dalam. Terdapat elemen-elemen tertentu yang menjadi komponen penting untuk membuat sebuah team memiliki kinerja tinggi. Saya mengambil contoh dari sebuah Piramida yang dibuat oleh Patrick Lencioni dalam buku nya berjudul “The Five Dysfunctions of a Team” Alasan pertama mengapa sebuah team menjadi terpecah belah adalah, karena mereka tidak mempercayai satu sama lain. Elemen yang kedua adalah anda akan berdebat dan menemukan konflik. Ketika tidak ada perdebatan dan konflik dalam sebuah perusahaan maka perusahaan anda seperti tidak mengetahui tujuan dan arah. Kemudian berikut nya adalah tentang komitmen dan accountable terhadap pekerjaan nya. Ketika team anda tidak berkomitmen untuk menjadi accountable terhadap pekerjaan nya, anda tidak akan mencapai sebuah hasil yang diinginkan. Jadi apapun hasil dari perusahaan anda seperti, kinerja keuangan yang bagus, produk yang hebat, dan lain-lain, salah satu faktor utama yang berpengaruh (major input) adalah budaya perusahaan.

Ketika anda merekrut engineer, anda mungkin menemukan engineer terbaik. Tetapi apabila mereka tidak percaya terhadap misi perusahaan, maka mereka tidak akan bekerja sepenuh hati dan jiwa mereka. Jadi ketika anda merekrut seseorang, pastikan proses interview berjalan dengan ketat dan lakukan review kinerja untuk memastikan budaya perusahaan anda telah sejalan dengan kebiasaan mereka.

Poin terakhir dari saya tentang budaya. Setiap orang ingin melakukan pelayanan terbaik bagi pelanggan, dan setiap perusahaan ingin memiliki budaya yang baik. Tetapi kebanyakan dari mereka gagal karena tidak dapat melangsungkan kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam perusahaan.

Brian Chesky (CEO Airbnb dan pernah dijuluki sebagai salah satu orang berpengaruh di tahun 2015 pada majalah New York Time)

Saya akan melakukan proses interview dengan Brian untuk mengetahui lebih dalam mengenai penting nya sebuah budaya perusahaan. Pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan adalah terkait dengan budaya, bagaimana anda membentuk budaya, bagaimana anda memahami penting nya sebuah budaya, bagaimana anda mengambil keputusan penting dengan budaya yang kuat, contoh-contoh nilai Airbnb dalam membentuk sebuah budaya perusahaan yang kuat, dan pertanyaan lain nya sekitar budaya (Alfred Lin).

Jadi saya akan menceritakan sedikit tentang sejarah muncul nya Airbnb. Waktu itu saya keluar ari pekerjaan di L.A. dan pergi ke San Fransisco, dan tinggal satu kamar dengan teman saya sewaktu kuliah bernama Joe Gebbia. Waktu itu saya ingat hanya memiliki $ 1000 dalam rekening sedangkan sewa kamar seharga $ 1150. Pada akhir pekan terdapat konvensi internasional tentang desain di San Fransisco, dan semua hotel telah habis karena acara yang diadakan tersebut. Waktu itu Joe memiliki 3 (tiga) kasur angin, dan dari sini lah Air Bed and Breakfast menjadi sebuah ide awal perusahaan kami. Airbnb tidak pernah terpikirkan menjadi sebuah ide besar, karena waktu itu Airbnb hanya dibuat untuk menyelesaikan masalah pribadi kami, dan seiring berjalan ya waktu ide tersebut berkembang menjadi ide yang besar.

Pendiri hebat yang berbakat dan berdedikasi

Airbnb diawali dengan 3 orang pendiri (Brian, Joe, Nate), dan saya pikir kami sukses karena kami beruntung. Kami tidak beruntung karena kami menemukan ide yang baik dan tidak karena saat ini kami memiliki team yang baik. Saya pikir kami bisa berjalan dengan ide lain yang juga sukses. Saya merasa beruntung karena saya menemukan 2 orang hebat yang ingin memulai bisnis dengan saya. Mereka adalah orang yang sangat saya kagumi, dan mereka sangat mengintimidasi saya dengan kecerdasan yang mereka miliki. Saya pikir hal pertama yang membuat kami sukses adalah bagaimana menentukan team yang berbakat dan menjadikan diri anda tidak nyaman dengan mereka, karena mereka akan memaksa anda untuk meningkatkan tempo dan kualitas pekerjaan anda.

Membangun sebuah keluarga diantara pendiri

Kami mulai bekerja sama sejak tahun 2008. Kami bekerja seperti sebuah keluarga. Pendiri adalah orang tua nya dan perusahaan adalah anak2nya. Anak dapat saja mencerminkan beberapa perilaku yang muncul akibat hubungan nya dengan orang tua. Orang tua harus bekerja sama dalam memberikan peran nya kepada anak-anak. Jadi saya dan Joe waktu itu mulai melakukan segala hal bersama-sama, kami bekerja 18 jam sehari bersama, makan bersama, ke gym bersama dan kami mencoba mendirikan sebuah ikatan keluarga diantara kami sendiri, dan kami percaya bahwa kami melakukan ini untuk sebuah misi khusus yang penting. Saya pikir hal ini yang menjadi DNA pertama perusahan kami.

Produk yang hebat dihasilkan dari perusahaan yang hebat

Pada tahap kedua kami mencoba membuat sebuah produk. Tidak penting seberapa hebat ide dari produk anda, jika anda tidak dapat membangun sebuah perusahaan yang hebat, maka anda tidak dapat membuat sebuah produk yang tahan lama. Kami menginginkan perusahaan yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Sehingga kami mulai memberikan pengumuman kepada orang-orang dalam team kami, bahwa kami memiliki hal yang sama. Perusahaan yang dapat bertahan dalam jangka panjang, memiliki misi yang jelas. Mereka memiliki nilai yang jelas, dan bagaimana mereka berbagi nilai kepada sesama anggota team. Saya ingat pendiri Apple bernama Steve Jobs ketika menentukan ulang nilai inti dari sebuah perusahaan. Diri nya percaya bahwa, orang-orang dengan passion dapat mengubah dunia. Jadi anda harus mendesain sebuah budaya perusahaan, dan hal tersebut yang membuat kami memiliki keterikatan satu dengan yang lain nya.

Menentukan nilai inti yang memberikan identitas pembeda kepada team anda

Budaya adalah cara kita melakukan sesuatu, dan sebenar nya ada 2 seni tentang hal ini. Pertama tingkah laku, yang mungkin akan berubah puluhan taun ke depan. Tetapi ada hal lain yang tidak akan pernah berubah. Beberapa prinsip utama, ide yang bertahan lama, yang menjadikan diri anda berbeda dengan yang lain. Saya pikir kejujuran, integritas adalah bukan nilai inti, karena itu adalah nilai umum yang harus dimiliki semua orang. Harus terdapat beberapa nilai yang menjadikan anda berbeda dengan yang lain. Ketika saya berbicara dengan Sam, dia berpikir bahwa kami (Airbnb) adalah satu-satu nya perusahaan yang menuliskan nilai inti perusahaan sebelum merekrut karyawan.

Merekrut karyawan pertama di Airbnb

Karyawan pertama kami adalah seorang engineer, dan kami melakukan proses itu hampir selama 6-7 bulan. Beberapa orang bertanya, mengapa anda menghabiskan waktu lama untuk merekrut karyawan. Saya pikir merekrut engineer pertama adalah seperti membawa sebuah chip DNA kedalam perusahaan. Apabila kami sukses suatu saat, akan ada ribuan orang baru yang harus memiliki nilai inti sama seperti orang pertama ini. Saya pikir keanekaragaman usia, latar belakang, dll akan pasti terjadi bagi perusahaan multi nasional, tetapi saya tidak menginginkan nilai inti perusahaan menjadi beraneka ragam.

Beberapa nilai inti Airbnb

Saya akan coba membahas beberapa nilai inti Airbnb. Kami memiliki 6 nilai inti, dan saya akan bercerita 3 nilai inti. Nilai inti pertama adalah menjuarai sebuah misi (champion in mission). Hal ini sangat penting, dan menjadi salah satu alasan kami dalam merekrut karyawan baru, yaitu mereka yang percaya dengan misi kami. Kami tidak ingin merekrut orang karena mereka berpikir tentang valuasi perusahaan, desain kantor yang menarik, atau sekadar membutuhkan pekerjaan. Misi utama kami sebagai perusahaan multi nasional adalah, kami ingin menyatukan dunia, kami membuat nya dengan cara memberikan rasa memiliki dimana pun anda pergi, misi kami adalah menjadi bagian di mana saja. Puluhan tahun ke depan mungkin kami akan melakukan bisnis yang sama atau berbeda, tetapi saya menjamin bahwa misi kami selalu sama, dan itu adalah sebuah ide jangka panjang yang bertahan sangat lama.

Ketika merekrut orang, saya sendiri yang melakukan proses interview kepada 300 orang pertama, dan orang mengatakan saya sakit saraf karena nya. Selain itu saya juga seringkali mengajukan pertanyaan gila kepada mereka seperti jika sisa hidup anda 1-10 tahun lagi, apakah apa yang anda lakukan? Saya pikir pertanyaan ini membawa mereka menyadari bahwa apapun yang akan anda lakukan dengan sisa hidup anda maka lakukanlah, karena mereka semua memiliki waktu yang cukup untuk melakukan sesuatu yang mereka sangat pedulikan.

Nilai inti yang kedua adalah tentang berhemat (frugal). Ketika awal mulai kami membangun ide tentang Airbnb, setiap orang mengatakan ide ini adalah ide yang sinting dan bodoh. Sehingga kami bercerita hal lain tentang bagaimana kami mencari pendanaan untuk perusahaan. Sampai akhir nya kami dipertemukan dengan 15 calon investor. Semua nya berkata “tidak” kepada kami. Padahal kami sudah memberikan harga yang sangat murah terhadap 10 % saham perusahaan kami (US$ 150,000), tetapi semua nya berkata tidak, karena ide ini adalah ide yang sinting dan bodoh. Sampai akhir nya kami mendanai perusahaan kami dengan kartu kredit, hingga kami memiliki hutang yang sangat banyak. Waktu itu kami telah berupaya penuh untuk memaksimalkan situs Airbnb, tetapi hanya sedikit yang melakukan kunjungan, dan kami tidak memiliki cukup uang untuk melakukan operasi. Sehingga akhir nya kami menjual kotak cereal pada saat waktu kampanye Obama dan McCain sampai akhir nya dari $ 0 kami berhasil mengumpulkan sekitar $ 40,000, bahkan produk itu sampai terkenal ke TV dan berita nasional. Dari website Airbnb kami memperoleh $ 5000 dan dari kotak cereal kami memperoleh $ 40,000. Bahkan ibu saya bertanya kepada saya “jadi kalian sekarang membuat perusahaan cereal”.

Dari cerita tersebut sebenar nya yang ingin saya sampaikan adalah bahwa, kami percaya keterbatasan sumber daya akan mendatangkan kreativitas. Ketika orang-orang putus asa dan tidak sedikit hemat, dan tidak menjadi kreatif, atau mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak dapat melakukan sesuatu, saya akan mengambil se-kotak cereal dan memberikan nya kepada mereka, jadi anda harus benar-benar berjuang dan berhemat serta kreatif.

Budaya adalah hal yang mistis, halus, dan tidak jelas

Budaya perusahaan yang kuat juga akan membantu anda mengambil keputusan yang sangat penting dalam perusahaan. Ada beberapa hal yang tidak orang-orang ceritakan tentang budaya, pertama (i) mereka tidak pernah bercerita tentang budaya, anda mungkin dapat menemukan tulisan tentang produk, adaptasi, berkembang, dll, dan hanya sedikit yang berbicara mengenai budaya, hal ini karena budaya adalah sesuatu yang mistis, halus, dan tidak jelas. Kedua (ii) adalah budaya sulit untuk di ukur, sehingga seringkali meleset menentukan nya. Ketiga (iii) adalah imbal hasil dari budaya tidak akan terjadi dalam jangka waktu yang pendek. Hal pertama yang anda butuhkan adalah anda harus memiliki sesuatu yang unik terhadap diri anda dan yang membuat anda berpendirian tentang hal tersebut. Ketika anda melakukan hal itu, maka anda perlu untuk merekrut orang-orang yang percaya dengan nilai-nilai inti perusahaan anda. Setiap kali melakukan recruitment, anda harus memastikan bahwa mereka adalah orang-orang terbaik di dunia dan sesuai dengan budaya perusahaan anda. Anda harus memastikan bahwa orang-orang dalam perusahaan anda adalah seorang misionaris dan bukan sebuah tentara bayaran, mereka yang bekerja karena motivasi uang tidak akan pernah bertahan lama.  

Wellcode.io Team

Leading high-tech Indonesia Startup Digital - which serves the community with revolutionary products, system development, and information technology infrastructure

You May Also Like

Belajar Startup Dari Benjamin Abraham Horowitz (Ben Horowitz) – “How To Manage”Business

Belajar Startup dari Benjamin Abraham Horowitz (Ben Horowitz) – “How to Manage”

Kirsty Nathoo, Carolynn Levy   Dasar Hukum Dan Keuangan Dalam Membangun StartupBusiness

Kirsty Nathoo, Carolynn Levy - Dasar Hukum dan Keuangan dalam Membangun Startup

Teknik Teknik Penjualan Dan Pemasaran: Tyler BosmenyBusiness

Teknik-teknik Penjualan dan Pemasaran: Tyler Bosmeny

Mengoperasikan Perusahaan: Keith Rabois – Executive Pay Pal, Linked In, Slide, Dan SquareBusiness

Mengoperasikan perusahaan: Keith Rabois – Executive PayPal, LinkedIn, Slide, dan Square

Membentuk Budaya Perusahaan Dan Team Terbaik: Alfred Lin & Brian CheskyBusiness

Membentuk Budaya Perusahaan dan Team Terbaik: Alfred Lin & Brian Chesky

Leave a Comment (0)