SOFTWARE ENGINEERING

Intern Wellcode.io - Serba-serbi Mengenai Github

Wellcode.IO team | 20 AUG 2019

Apa itu GitHub? GitHub adalah manajemen proyek dan sistem versioning code sekaligus platform jaringan sosial yang dirancang khusus bagi para developer. Lalu, apa saja fungsi GitHub? Dengan platform ini, Anda bisa bekerja bersama-sama dengan rekan dari berbagai belahan dunia, merencanakan proyek, dan bahkan tracking (melacak) pekerjaan Anda. GitHub juga merupakan salah satu storehouse online terbesar di dunia untuk pekerjaan kolaborasi.

Apa Itu Git?

Sebelum membahas topik ini lebih lanjut, anda harus tahu dan paham kalau Git adalah inti atau jantung GitHub. Git merupakan sistem pengontrol versi yang dikembangkan oleh Linus Torvalds (yang juga menciptakan dan mengembangkan Linux).

Apa Itu Sistem Pengontrol Versi?

Pada saat developer membuat proyek baru, mereka selalu dan akan terus-menerus melakukan pembaruan terhadap kodenya. Bahkan setelah proyeknya online, developer tetap harus mengupdate versinya, memperbaiki bug, menambahkan fitur baru, dan lain sebagainya.

Sistem pengontrol versi membantu para developer dalam melacak perubahan yang mereka lakukan terhadap basis kode. Tak hanya itu, sistem ini juga mencatat siapa saja yang membuat perubahan serta me-restore kode yang telah dihapus atau dimodifikasi.

Karena Git menyimpan banyak salinan kode di repositori, maka tidak ada kode yang saling tertimpa. Silakan baca artikel ini untuk mengetahui lebih banyak tentang Git.

Apa Itu Hub?

Jika Git adalah jantung, maka Hub adalah jiwa GitHub. Sistem Hub yang ada pada GitHub berfungsi untuk mengubah baris perintah (command line), seperti Git, menjadi jaringan media sosial terbesar bagi para developer.

Selain berkontribusi dalam proyek tertentu, GitHub juga memungkinkan usernya untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan visi dan misi. Anda bahkan bisa follow mereka dan melihat proyek yang dilakukan atau bahkan mencari tahu siapa saja yang terhubung dengan mereka.

Repositori

Repositori atau repo adalah direktori penyimpanan file proyek. Di sini, Anda bisa menyimpan apa pun yang berkaitan dengan proyek yang sedang dibuat, misalnya file kode, gambar, atau audio. Repo sendiri bertempat di penyimpanan atau storage GitHub atau repositori lokal di komputer Anda.

Branch

Brach merupakan salinan dari repositori milik Anda. Branch digunakan ketika Anda hendak melakukan suatu pengembangan atau development secara terpisah. Pekerjaan atau task yang dilakukan di branch tidak akan memengaruhi repositori pusat atau branch lainnya. Jika pengembangannya sudah selesai, Anda bisa menggabungkan branch saat ini ke branch lainnya dah juga repositori pusat dengan menggunakan pull request.

Pull Request

Pull request adalah ketika Anda menginformasikan user bahwa Anda sudah push perubahan yang dilakukan di branch ke master repositori. Collaborator repositori akan menerima atau menolak pull request. Segera setelah pull request diterima, Anda bisa mendiskusikan dan mengulas proyek bersama dengan collaborator.

Berikut beberapa langkah untuk membuat pull request di GitHub:

  • Masuk ke repositori dan cari menu branch.
  • Di menu branch, pilih branch yang menyimpan commit Anda.
  • Klik opsi New pull request yang ada di samping menu branch.
  • Masukkan judul dan deskripsi pull request.
  • Klik opsi Create pull request.

Forking Repositori

Forking repositori artinya Anda membuat proyek baru berdasarkan repositori yang sudah ada. Dalam kalimat yang lebih sederhana, forking repo berarti Anda menyalin repositori yang sudah ada, kemudian membuat beberapa perubahan yang diperlukan, lalu menyimpan versi terbarunya sebagai repositori baru, dan menjadikannya proyek Anda sendiri.

Fitur ini akan memperbaiki serta meningkatkan pengembangan proyek yang dilakukan. Karena proyek hasil forking masih baru, maka tidak akan terjadi apa-apa di repositori pusat. Perubahan yang dilakukan di repositori master juga dapat diterapkan di forking Anda saat ini.

Berikut dua langkah untuk forking repositori GitHub:

  1. Cari repositori yang ingin di-forking.
  2. Klik opsi Fork.

GitHub Bisa Digunakan Oleh Siapa Saja, Tidak Hanya Developer

GitHub memang berperan sangat penting dalam memuluskan pekerjaan developer. Namun, platform ini tidak terpaku pada developer saja. Siapa pun bisa menggunakannya untuk mengelola proyek dan bekerja bersama-sama dengan rekan lainnya.

Jika saat ini Anda dan tim sedang mengerjakan proyek yang harus diupdate secara berkala dan ingin melacak serta menyimpan perubahan apa pun yang terjadi, maka GitHub merupakan platform yang tepat untuk aktivitas seperti ini.

Kelebihan dari github disaat anda membuat perubahan atau penambahan pada project tersebut lalu di upload ulang ke repository itu maka project yang lama masih disimpan dan tidak akan hilang, selain itu pula project yang anda buat bisa dikembangkan oleh programmer lain. 

Berikut alasan mengapa kita perlu mempunyai akun GitHub :

  1. Tempat menyimpan projects (backup), untuk berjaga - jaga apabila file project kita rusak atau hilang yang disebabkan oleh virus dan lainnya.
  2. Project kita OpenSource, Github menyediakan free hosting untuk project open source, dan hosting berbayar untuk project perusahaan atau pribadi yang sifatnya bukan opensource.
  3. Github ditargetkan untuk para developer, yang bekerja secara tim dan tidak di satu tempat.
  4. Github mendukung semua bahasa pemrograman, anda bebas memakai bahasa pemrograman dan tool yang biasa anda pakai.
  5. GitHub juga bisa sebagai media sosial, memiliki beberapa fitur diantaranya user profile, Follow, "fork me", Star, Watch, dan lainnya.
  6. Ada fitur Fork, mengcopy keseluruhan code repository ke repo kita sendiri.
  7. Tempat mencari kode snippet (Gist)
  8. Tempatnya para Programmer membagikan Project OpenSource mereka.

Tutorial penggunaan github untuk pemula

1. Buka www.github.com pada browser , Klik Sign up


2.  Masukkan data diri sesuai form  yang tersedia

3. Setelah meng-klik tombol Create Account, masuk ke jendela pilihan personal plan, silahkan pilih "unlimited public repositories for free" untuk akun yang tidak berbayar. Dan apabila ingin yang akun yang private, silahkan pilih yang berbayar.  Kemudian klik Finish sign up


4. Akun GitHub telah selesai dibuat, Namun akun belum bisa kita gunakan, kita harus melakukan verifikasi akun terlebih dahulu melalui link yang akan dikirimkan pihak Github melalui email yang telah daftarkan sebelumnya.


5. Silahkan buka email yang didaftarkan sebelumnya, cek pada inbox apakah ada pesan masuk berisi link aktivasi dari Github, jika tidak ada silahkan cek pada folder spam


6. klik link aktivasi,  Setelah melakukan aktivasi, kita dapat login  ke Github dan membuat Repository.


7. Setelah Register lalu login ke akun github.com dan buatlah sebuah repository (folder) baru dengan meng-klik tombol yang terletak pada kanan lalu buat nama repository, description, opsi public/private (kondisi repository mau di public/di buat umum atau private/dibuat pribadi atau tertutup) dan diakhiri mengklik “Create repository” :


8. Lihat repository sukses dibuat dengan alamat repository baru.

9. Selanjutnya adalah menggunakan github desktop dengan perintah command via git bash.

10. Silahkan klik kanan pada folder project anda, contoh dibawah ini adalah bernama “BlogHanyalah” lalu klik “Git Bash Here”.


11. Maka akan tampil command git bash seperti dibawah ini, dan ketik perintah : git init

12. Lanjut ketik perintah : git add .



13. Bila anda baru pertama kali menggunakan software git, silahkan config user name anda, dengan mengetik :

git config –global user.name “username anda”

14. Selanjutnya ketik: git commit –m “first commit”

15. Selanjutnya ketik perintah:

git remote add origin https://github.com/username/repository-name.git

16. Lalu ketik git push origin master

Sampai disini, akan tampil jendela login keakun github, silahkan masukan username dan password anda.

17. Sesaat kemudian, proses upload pun berlangsung.

18. Hasilnya pun bisa dilihat di repository pada web github.


Cara Menghapus Repository di Github.

Dalam keadaan tertentu mungkin saja anda diharuskan untuk menghapus repository yang telah dibuat sebelumnya, yang perlu diketahui apa saja yang akan terjadi apabila kita telah menghapus repository, diantaranya adalah semua file yang ada meliputi versi-versi perubahan akan hilang secara permanen.

  • Buka halaman repository yang akan dihapus, lalu klik Settings


  • Scroll down (kebawah) hingga ke bagian “Danger Zone” lalu pilih “Delete this repository



  • Sampai disini anda diminta memasukan kembali nama repository yang akan dihapus.

  • Dan diminta kembali memasukan password login anda


  • Dan, akhirnya proses delete repository sukses.




Conclusion

Tahap demi tahap cara upload file project ke GitHub telah di share, namun perlu diingat, bahwa cara diatas bisa saja berubah mengikuti kebijakan baru yang mungkin dibuat oleh pihak GitHub.

Keterangan perintah di atas seperti ini :

  • git init

untuk me-set folder yang digunakan tersebut sebagai repo local git. bisa dibilang ini instalasi git pertama kali

  • git add “.” atau nama file

untuk menambah file project yang mau di upload sebelum di commit, tanda titik setelah kata “add” pada perintah tersebut adalah keseluruhan file dan folder project tersebut, saat awal upload kalian bisa menggunakan perintah tersebut. Namun saat commit atau upload ke repository selanjutnya bisa menggunakan perintah add dengan “nama file” untuk memberikan status commit.

  •  git commit -m “isi commit”

untuk menambah keterangan/status perubahaan saat upload ke repo online, untuk memasukkan keterangan tersebut setelah “git commit -m” ditambah tanda petik lalu komentar(lihat di list perintah untuk contoh).

  • git remote add origin “link repo online”

untuk meng-setting remote origin dari repo online, repo online bisa dilihat pada link yang tersedia di bagian atas Project dengan format “.git”, diperlukan ini untuk mengakses ke repo tersebut sehingga kita bisa melakukan apapun di repo online tersebut.

  • git push origin “nama branch”

Perintah untuk mengupload file yang ada pada repo lokal ke repo online yang diletakkan pada branch yang sudah tersedia di repo online.

Setelah melakukan semua perintah silahkan cek di github, apakah file yg di upload sudah masuk atau tidak? jika iya maka anda berhasil mengelola git untuk tahap awal.


by: elitaads


Wellcode.io Team

Leading high-tech Indonesia Startup Digital - which serves the community with revolutionary products, system development, and information technology infrastructure

You may also like

NEWS

Strategi Marketing Tokopedia Tumbuhkan Minat Belanja Online

Wellcode.IO team | 23 APR 2021

NEWS

Begini Strategi Tokopedia untuk Menarik Konsumen Berbelanja Online

Wellcode.IO team | 22 APR 2021

NEWS

Founder Adobe dan Penemu PDF Meninggal Dunia di Usia 81 Tahun

Wellcode.IO team | 19 APR 2021