Strategi Digital: 4 Pertarungan yang harus dimenangkan

Strategi Digital: 4 Pertarungan yang harus dimenangkan

Halo kamu bisa banget gabung di platform bisnis pinterusaha.ai untuk mempunyai sistem inventori dan pembukuan gratis. Selamat membaca!

Untuk menjalankan strategi digital, anda harus memerangi ketidaktahuan dengan menggunakan teknik-teknik pengalaman yang real (go-and-see) dan melakukan perang untuk memecah para pemikiran jajaran eksekutif yang konvensional dan tradisional ke dalam realitas digital saat ini. Anda harus melawan rasa takut melalui program efektivitas organisasi jajaran eksekutif untuk mendorong eksekutif senior segera mengambil tindakan tepat dan relevan. Anda harus melawan dugaan melalui uji coba dan analisis terstruktur dari setiap kasus penggunaan teknologi baru. Dan Anda harus berjuang melawan penyebaran usaha (diffusion of effort), yaitu sebuah tantangan untuk segera melakukan digitalisasi inti bisnis dan melakukan inovasi dengan model bisnis baru.

1. Melawan ketidaktahuan

Jajaran eksekutif perusahaan yang tidak fasih dengan teknologi digital sangat rentan terhadap sindrom kecanduan teknologi yang sebenar nya tidak begitu berguna dan berkontribusi signifikan dalam organisasi. Misal nya berinvestasi dalam teknologi digital keren (namun tidak relevan dengan bisnis perusahaan) tanpa pemahaman yang jelas tentang bagaimana mereka akan menghasilkan nilai dalam model bisnis perusahaan nya sendiri. Mereka juga lebih cenderung melakukan investasi digital secara ter-fragmentasi, tumpang tindih, atau melakukan digitalisasi pada tahapan yang salah. Akhirnya, hal ini akan memperlambat organisasi untuk menyebarkan teknologi digital baru yang sepenuh nya justru berpotensi menambah nilai inti dan pelanggan bisnis anda.

Untuk merintangi ini, biasanya perusahaan anda dapat memberikan pelatihan dan pengetahuan teknologi digital untuk membantu jajaran eksekutif mengenai tren dan teknologi digital yang relevan. Selain itu anda juga dapat menyediakan forum bagi para eksekutif untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi tentang penerapan teknologi terkini yang relevan. Dalam pelatihan tersebut, anda perlu untuk mendatangkan pakar dari luar untuk menjelaskan beberapa topik tentang teknologi yang relevan.

2. Melawan ketakutan

Dalam pertempuran bisnis, tertinggal dalam gerakan digital berpotensi membahayakan masa depan perusahaan. Namun, ada juga banyak jajaran eksekutif perusahaan yang merespons secara cepat perkembangan teknologi digital, membuat taruhan besar, membangun bisnis baru, mengalihkan sumber daya lama, demi menghindari ancaman ini. Jika anda ingin membuat gerakan digital yang besar, anda harus melawan rasa takut yang akan dialami oleh tim dan jajaran eksekutif perusahaan anda.

Agar pergeseran digital dapat berjalan sukses, anda perlu merancang program aksi untuk mendesain ulang proses bisnis inti organisasi anda. Dalam kasus ini, biasa nya jajaran eksekutif tidak dapat bersembunyi dari perubahan digital yang terjadi, dan anda harus mendorong dan mempercepat perubahan ini untuk menciptakan nilai dalam perusahaan anda. Maka Anda perlu memberi para eksekutif alat dan jaringan pendukung yang harus mereka miliki untuk berhasil memimpin pergerakan ini. Banyak perusahaan fokus pada detail rencana digital, namun melewatkan langkah penting untuk membangun program untuk mendorong perubahan.

Anda perlu mendorong jajaran eksekutif untuk memunculkan rasa kecemasan, membangun kesadaran tentang bagaimana mereka memengaruhi pengambilan keputusan, dan mendefinisikan bagaimana para pemimpin dapat tetap relevan menjalankan bisnis. Dalam sebuah workshop, eksekutif membahas pola pikir spesifik dan perubahan perilaku yang diperlukan untuk mendorong inisiatif digital dalam organisasi. Para pemimpin juga harus membentuk komunitas lintas divisi, untuk berbagi praktik dan kebiasaan lintas divisi organisasi. Komunitas juga harus memberikan dukungan untuk membantu tim menavigasi lanskap digital baru dalam organisasi mereka.

3. Melawan dugaan

Mengejar strategi digital yang agresif berarti anda akan melakukan lompatan ke arah yang tidak diketahui. Berarti ada kemungkinan anda berpindah ke area baru dan merombak bisnis yang ada dengan teknologi baru. Terlebih, apabila anda sebagai penggerak pertama (first mover), itu berarti mengharuskan anda bergerak lebih cepat daripada pesaing bisnis anda yang mulai mengikuti gerakan anda. Kombinasi ambiguitas dan kecepatan terkadang memunculkan dugaan dan gerakan yang tergesa-gesa atau tidak dipikirkan dengan baik, dan kecemasan tentang gerakan anda akan berhasil atau gagal.

Proses ini berarti untuk mencari tahu apakah ada nilai yang cukup untuk membuat keputusan transformasi digital (investasi) menjadi berharga, sekaligus menjadi sebagai bagian dari proses belajar organisasi (learning organization). Pendekatan ini meningkatkan peluang keberhasilan, karena pandangan yang diartikulasikan dengan baik tentang hasil berarti Anda dapat melacak seberapa baik strategi ini berhasil. Ini juga membuatnya anda lebih mudah untuk menilai apakah arah baru itu sepadan dengan modal finansial dan penderitaan yang dialami oleh organisasi (organization pain).

Ambil satu contoh kasus, perusahaan Migas global sedang meneliti dampak penggunaan teknologi baru pada bisnis nya. Daripada mengembangkan skenario penciptaan nilai secara teori melalui teknologi, mereka harus mengarahkan agar organisasi lebih aktif mengeksplorasi keunggulan teknologi tersebut, seperti: Bagaimana sensor, robot, dan kecerdasan buatan meningkatkan produktivitas dan keselamatan operasional pengeboran Migas tanpa awak? Apa hambatan operasi, seperti kesenjangan keterampilan di antara manajer dan pekerja garis depan, yang perlu diatasi? Hasil akhirnya adalah bagaimana merealisasi proyeksi arus kas dapat meningkat lebih dari 20 % selama jangka waktu tertentu, dan ini akan membangun kepercayaan para pimpinan perusahaan.

Cara kedua untuk mengurangi “dugaan” adalah memanfaatkan data real-time dan peluang untuk bereksperimen. Digitalisasi memang dapat membuat ketidakpastian dengan trade-off terhadap pilihan strategis yang dihadapi oleh para pemimpin, dipacu oleh waktu untuk mengimplementasikan keputusan tersebut. Namun kegiatan ini mengandung potensi keuntungan yang besar: potensi untuk mendapatkan wawasan yang cepat berbasis data tentang apa yang mereka lakukan. Informasi tentang kemajuan peluncuran produk, misalnya, tersedia dalam hitungan harian daripada hitungan bulanan.

4. Melawan difusi

Strategi yang efektif membutuhkan fokus, tetapi merespons digitalisasi secara tak berarah akan berisiko difusi usaha.  Sebagian besar perusahaan mencoba untuk melakukan 2 hal secara bersamaan, untuk memperbaiki bisnis inti (digitalisasi/otomasi) dan menciptakan bisnis digital baru yang inovatif. Dua konsep ini dapat membantu Anda menavigasi. Pertama, anggap perusahaan anda sedang membuat portfolio inisiatif di berbagai tahap: pembibitan, pemeliharaan, pertumbuhan, atau pemangkasan.

Kedua, mendorong perlunya “langkah besar”, seperti realokasi sumber daya yang dramatis, investasi modal berkelanjutan, peningkatan produktivitas radikal, dan disiplin merger & akuisisi. Membuat mereka saling menguatkan, sehingga perkembangan dalam inti bisnis dapat mendukung bisnis digital baru dan sebaliknya, merupakan bagian penting dalam mengelola risiko difusi.

Sebagai langkah pertama, perusahaan menjalani bisnis portfolio berdasarkan bisnis, dengan fokus pada tiga pertanyaan: Produk dan layanan digital manakah yang hilang dari portfolio? Penawaran produk dan model operasi yang harus di digitalisasi atau di rekayasa ulang secara digital untuk meningkatkan kepuasan pelanggan? Dan bidang apa yang harus ditinggalkan? Sebagai bagian dari evolusi strategis ini, perusahaan meluncurkan program agresif untuk meningkatkan kemampuan dasar digital yang lebih baik, seperti otomatisasi, analisis canggih, dan data besar (big data).

Langkah lain nya dapat juga ditempuh, dengan menerapkan strategi portfolio membayar dividen baik dalam keuntungan pendapatan dan pengurangan biaya. Misalnya, berinvestasi secara seimbang antara bisnis inti dan bisnis baru menghasilkan aliran pendapatan yang lebih cepat dari penawaran baru. Selain itu, bisnis inti yang ditingkatkan secara digital, dengan basis yang cukup besar dari pendapatan pelanggan yang ada, menyediakan dana tambahan untuk portfolio digital baru. Hal ini dapat meningkatkan komitmen kepemimpinan terhadap strategi, memperkuat kepercayaan bahwa penawaran portfolio baru akan memberikan pertumbuhan lebih dari mengimbangi penurunan bisnis inti pada akhirnya.

Para pemimpin saat ini perlu melangkah dengan membujuk organisasi mereka bahwa strategi digital mungkin lebih sulit dan keras daripada strategi lain, namun berpotensi lebih menguntungkan dan sepadan dengan taruhan yang lebih berani dan reformasi budaya yang diperlukan, pertama, untuk bertahan hidup, dan pada akhirnya, untuk berkembang dan menang!

Join pinterusaha.ai

sekarang.

pinterusaha.ai

jangan lupa follow kami di Instagram untuk bertanya seputar platform dan bisnis

insight lain nya di pinterusahaai dan join komunitas bisnis kami di

WhatsApp.

Wellcode.io Team

Leading high-tech Indonesia Startup Digital - which serves the community with revolutionary products, system development, and information technology infrastructure

You May Also Like

Belajar Startup Dari Benjamin Abraham Horowitz (Ben Horowitz) – “How To Manage”Business

Belajar Startup dari Benjamin Abraham Horowitz (Ben Horowitz) – “How to Manage”

Kirsty Nathoo, Carolynn Levy   Dasar Hukum Dan Keuangan Dalam Membangun StartupBusiness

Kirsty Nathoo, Carolynn Levy - Dasar Hukum dan Keuangan dalam Membangun Startup

Teknik Teknik Penjualan Dan Pemasaran: Tyler BosmenyBusiness

Teknik-teknik Penjualan dan Pemasaran: Tyler Bosmeny

Mengoperasikan Perusahaan: Keith Rabois – Executive Pay Pal, Linked In, Slide, Dan SquareBusiness

Mengoperasikan perusahaan: Keith Rabois – Executive PayPal, LinkedIn, Slide, dan Square

Membentuk Budaya Perusahaan Dan Team Terbaik: Alfred Lin & Brian CheskyBusiness

Membentuk Budaya Perusahaan dan Team Terbaik: Alfred Lin & Brian Chesky

Leave a Comment (0)